Senin, 15 September 2014

Curug Orok

Sabtu, 13 September 2014 

       
           Kali ini saya berkesempatan untuk mengunjungi salah satu curug yang berada di Kec. Cikajang Garut. Kedatangan saya ke tempat ini tidak direncanakan sebelumnya karena terjadi secara dadakan ketika waktu maghrib saya check-in lokasi di media sosial Facebook. di situs tersebut menyebutkan bahwa lokasi keberadaan saya yang pada saat itu berada di kecamatan Cisurupan menunjukan bahwa letak menuju "Curug Orok" sekitar 1.7 KM. Hingga terbersitlah ide untuk mengunjungi tempat tersebut, dan pergilah kami Tim Jelajah Dadakan menuju lokasi yang ternyata jarak tempuhnya lebih dari 1.7 KM.

     Kami berangkat dari tempat rekan kami di Cisurupan pukul 7 dan sampai di lokasi 30 menit kemudian. Saat itu belum ada petugas tiket yang jaga, sambil mencari petugas (celingak-celinguk) kami tak dapat mendeteksi keberadaannya. Yang saya lihat saat itu hanya anak-anak kecil di lapangan...., mereka menggunakan baju safari warna coklat, mereka sedang berkumpul ada juga beberapa dari mereka yang berjalan ke luar dari lapangan. Banyak berdiri tempat-tempat seperti terbuat dari kain parasut berwarna hitam. ternyata mereka adalah anak-anak pramuka yang sedang berkegiatan di lapangan tersebut....Lalu kami memarkirkan motor yang kami tumpangi dan langsung menuju lokasi tanpa perasaan bersalah (masih belum bayar tiket).
        Kami turuni tahap demi tahap anak-anak tangga dikarenakan tidak memungkinkan bagi saya untuk langsung loncat menuju ke bawah. Perjalanan dari tempat parkir motor menuju kawasan ini cukup memakan waktu lama , yaitu sekitar 30 menit termasuk sesi foto-foto.


          Terbentanglah air terjun di hadapan saya, hari masih pagi tidak banyak orang di sini. inginku terjun ke dalam air itu tapi rasa takut di dalam diri masih menguasai. menunggu matahari agak mendekati curug barulah saya berani untuk mandi (padahal temen saya baru nyampe, jadi sedikit berani). Kamera tidak mau melepaskan pandangan lensanya untuk mengamati keberadaan kami (saya, teman, dan alam sekitar).





Cerita mengenai Curug Orok



       Konon dikisahkan oleh seorang penjaga tiket yang menghampiri kami karena belum bayar, beliau bercerita bahwasannya dahulu kala Curug Orok bukan Curug Orok. Sebelumnya nama Curug ini adalah Sanghyang Gugur Cahya, namun setelah ada peristiwa pembuangan bayi. Pada saat itu ada bayi yang hilang dan dicari oleh masyarakat, katanya bayi tersebut dimasukan ke dalam karung dan diikat oleh yang mengambil bayi itu (entah ibunya, entah penculik banyak versinya) dan dibuang kecurug itu. setelah itu masyarakat menemukan karung tersebut. Namun anehnya bayi tersebut sudah tidak ada di dalam karung yang utuh tersebut.

Untuk masuk ke tempat ini harga tiket yang harus kita bayar cuma Rp.10.000 aja. ini contoh tiketnya 
Tiket Masuk

 Itulah sekelumit cerita perjalanan saya kali ini di Curug Orok, Garut.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar